Friday, June 03, 2011

PIKIRAN POSITIF DAN CINTA KASIH

Saya menulis artikel ini berdasarkan pengalaman hidup saya sebagai seorang penulis buku motivasi, inspirasi, pengembangan diri, kekuatan pikiran, dan cinta. Saya sangat kagum dan bangga dengan Dharma, ajaran guru besar Buddha. Sebagai seorang penulis tentu saya dituntut untuk selalu berpikiran positif, penuh kreativitas, optimistis, dan memiliki semangat terus menerus.



Selain sebagai seorang penulis buku dan pelatih, saya memiliki hobi yang cukup unik, yaitu mempelajari pikiran dan sulap (magic). Sulap dan pikiran, memiliki hubungan yang sangat erat karena di dalam permainan sulap diperlukan konsentrasi yang sangat berhubungan dengan pikiran. Karena hobi yang begitu kuat, saya telah memperoleh penguasaan terapi otak. Ilmu sebagai seorang Master Terapi Otak sangat bermanfaat bagi saya untuk membantu diri sendiri dan orang lain untuk menyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanannya. Manfaat dari menyeimbangkan otak ini adalah meningkatkan kreativitas, tidak muda lupa, mencegah kepikunan, dan lain-lain. Salah satu caranya adalah dengan teknik meditasi yang telah diajarkan oleh Buddha, dengan meditasi, pikiran kita menjadi lebih tenang dan terkonsentrasi.

Sekarang ini banyak sekali metode-metode tentang pikiran dan otak, antara lain hipnotis, NLP, metode Silva, dan lain-lain. Terus terang saya juga mempelajari metode-metode tersebut. Namun, yang membuat saya kagum dan bangga dengan Buddhadharma, jauh sebelum ilmu-ilmu tersebut ada, Buddha sudah mengajarkan kepada kita semua, bahwa:

“Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya.”

“Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang ditariknya.”
Saya menjadi sadar, bahwa kita merupakan nahkoda bagi pikiran kita sendiri, karena itu apa yang Anda pikirkan dan tindakan apa yang akan Anda lakukan setiap hari adalah pikiran Anda sendiri.

Kalau saya memasukkan pikiran yang positif terus menerus, apalagi sampai masuk ke dalam pikiran bawah sadar, tentu hasilnya akan positif, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu saya juga terus belajar untuk mempraktikkan Pikiran Benar (Samma Sankappa) yang termasuk di dalam Jalan Mulia Berfaktor Delapan.

Pikiran Benar adalah pikiran tentang sesuatu yang dapat mempertinggi kita sebagai makhluk yang baik dengan menambah perbuatan baik. Untuk itu kita seharusnya hanya berpikir tentang hal-hal yang bermanfaat. Karena hanya pikiran yang bermanfaat yang akan membawa kita pada kebahagiaan dan kebijaksanaan, sedangkan pikiran yang tidak bermanfaat akan menimbulkan perbuatan buruk dan menyebabkan penderitaan bagi diri sendiri dan orang lain.
Selain kagum dengan kekuatan pikiran yang sudah lama diajarkan oleh Buddha kepada kita, saya juga kagum dengan kekuatan cinta (Metta) yang diajarkan oleh Buddha. Oleh karena itu saya belajar untuk mempraktikkan kekuatan cinta terus menerus di dalam kehidupan saya.
Buku saya yang berjudul “I love U”, The Power Of Love, yang saya tulis bersama istri saya, Mimi Kurniasari, mendapatkan penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia) langsung dari Bapak Jaya Suprana, untuk kategori penulis. Di sini saya dan istri saya dengan penuh rasa cinta ingin memberikan souvenir pernikahan kami berupa buku kepada teman-teman, agar teman-teman yang membacanya dapat menumbuhkan sifat cinta kasih di dalam diri setiap hari.
Sudah terbukti buat saya, jika kita memiliki cinta kasih, tentu akan datang hal-hal yang positif dan kejadian-kejadian yang penuh kebahagiaan kepada diri kita. Oleh karena itu, isilah hari-hari Anda dengan pikiran yang positif dan cinta kasih. Niscaya Anda akan selalu mendapatkan buah karma yang baik serta keberuntungan dan keajaiban-keajaiban (miracle) di dalam hidup Anda.

Oleh Johanes Arifin Wijaya
Pria kelahiran 1977 ini adalah “Life Inspirator” termuda di Indonesia. Ia lulus cum laude sebagai sarjana ekonomi di STIE IBII, Jakarta. Ia adalah penulis buku best-seller “8 Kualitas Mental Positif untuk Meraih Sukses” dan berbagai buku laris lainnya. Pembicara di berbagai universitas, sekolah, perusahaan, publik, organisasi, serta di kegiatan rohani ini adalah pendiri Mind Institute, yang bergerak di bidang pelatihan pengembangan inspirasi dan kreativitas.

Reaksi:

0 komentar: