Friday, June 03, 2011

Kesadaran Sejati Vs. Pikiran

Kesadaran Sejati Vs. Pikiran
(dikutip dari buku "Kesadaran Sejati - Wisnu Prakasa")

Menerima ajaran kesadaran sejati,
inilah kesadaran sejati.
Merasakan manfaatnya yang luar biasa,
itulah pikiran.

Melihat anak kecil terjatuh, timbul rasa kasihan,
inilah kesadaran sejati.
Mengetahui anak tersebut bukan anaknya,
itulah pikiran.

Memungut uang ditengah jalan,
inilah kesadaran sejati.
Memasukannya kedalam kantong,
itulah pikiran.

Memungut uang ditengah jalan,
inilah kesadaran sejati.
Membuangnya kembali,
itulah pikiran.

Merasakan lapar sebelum makan,
inilah kesadaran sejati.
Merasakan kenyang setelah makan,
itulah pikiran.

Disaat bersin,
inilah kesadaran sejati.
Membersihkannya dengan tisue,
itulah pikiran.

Membaca buku ini,
inilah kesadaran sejati.
Merasa tertarik,
itulah pikiran.

Membaca buku ini,
inilah kesadaran sejati.
Merasa bosan
itulah pikiran.

Membaca buku ini,
inilah kesadaran sejati.
Merasa bingung,
itulah pikiran.

Mencari Guru Spiritual,
inilah kesadaran sejati.
Menemukan Guru Spiritual,
itulah pikiran.

Bertanya pada Guru,
inilah kesadaran sejati.
Mengerti jawaban Sang Guru,
itulah pikiran.

Kesadaran Sejati ?,
inilah kesadaran sejati.
Pikiran?,
itulah pikiran.

Pikiran ?,
inilah kesadaran sejati.
Kesadaran Sejati ?,
itulah pikiran.

Menjalankan Dharma
inilah kesadaran sejati.
Mencari Dharma,
itulah pikiran.

Mencari Dharma
inilah kesadaran sejati.
Mengajar Dharma,
itulah pikiran.


Mengajar Dharma,
inilah kesadaran sejati.
Mendirikan vihara,
itulah pikiran.

Mendirikan Vihara,
inilah kesadaran sejati.
Menjadi pengurus vihara,
itulah pikiran.

Menjadi pengurus vihara,
Inilah kesadaran sejati.
Mengumpulkan umat,
itulah pikiran.

Mengumpulkan Umat,
Inilah kesadaran sejati.
Meninggalkan umat,
itulah pikiran.

Belajar Dharma,
inilah kesadaran sejati.
Menjadi Budha,
itulah pikiran.

Bermimpi menjadi Kupu-kupu,
inilah kesadaran sejati.
Bermimpi menjadi Master Zhuang-Ce,
itulah pikiran.

Menjadi Cermin,
inilah kesadaran sejati.
Bercermin diri,
itulah pikiran.

Memberikan persembahan,
inilah kesadaran sejati.
Menikmati persembahan,
itulah pikiran.

????????
inilah kesadaran sejati.
.............
itulah pikiran.

…………
inilah kesadaran sejati.
!!!!!!!!!!!!
itulah pikiran.

:) ,
inilah kesadaran sejati.
:( ,
itulah pikiran.

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home