Friday, June 03, 2011

Meditasi Mempertebal Permukaan Otak

Meditasi Mempertebal Permukaan Otak

Jakarta, Kompas, Senin, 14 Nov. 2005


Para ilmuwan telah mengetahui bahwa meditasi mungkin membuat bentuk otak cenderung permanen. Tapi, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bagian-bagian penting otak justru semakin tebal jika seseorang menjalankan aktivitas ini.

Pemindaian terhadap otak beberapa orang yang melakukan meditasi secara rutin memperlihatkan adanya perubahan ketebalan di bagian cortex (permukaan) yang berhubungan dengan penginderaan, pengenalan suara dan gambar, termasuk persepsi internal, misalnya pemantauan detak jantung atau napas.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa meditasi yang dilakukan
secara rutin mungkin juga memperlambat penipisan cortex bagian depan
yang dipengaruhi umur.

“Yang paling mengejutkan saya, latihan meditasi ternyata dapat mengubah bagian abu-abu pada otak,” kata anggota tim peneliti Jeremy Gray, seorang asisten profesor psikologi di Yale.

Bagian otak yang sering ditemukan berubah karena aktivitas meditasi
umumnya adalah daerah belahan kanan. Wilayah ini terutama memainkan
peranan penting dalam proses perhatian yang berkesinambungan. Sementara, perhatian adalah salah satu fokus dari meditasi.

Para peneliti menduga bentuk lain dari yoga dan meditasi memiliki
pengaruh yang mirip terhadap struktur otak. Tapi, setiap bentuk
aktivitas tentu memberikan perubahan pada bagian cortex yang sedikit
berbeda, tergantung latihan mental yang dialaminya.

Subjek yang diteliti adalah orang-orang yang memiliki pekerjaan dan
keluarga. Mereka hanya bermeditasi rata-rata 40 menit setiap hari dan
tidak harus menjadi rahib. Penelitian hanya melibatkan 20 orang yang
seluruhnya memperoleh pelatihan cara meditasi Buddha secara intensif.
Meskipun demikian, para peneliti menyatakan bahwa hasilnya dapat
dipercaya.

Penelitian ini dipimpin oleh Sara Lazar, asisten psikologi dari
Massachusetts General Hospital. Hasil penelitiannya sendiri dijelaskan
dalam jurnal NeuroReport edisi November.

Sumber: LiveScience.com < http://www.livescience.com/ >
Penulis: Wah

http://www.kompas.co.id/teknologi/news/0511/14/113653.htm

Reaksi:

0 komentar: